• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

KUNJUNGAN PUSAT REHABILITASI YAKKUM KE BALAI BINA LARAS BALAI RSBKL DINAS SOSIAL DIY



Senin, 19 April 2021 perwakilan dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM berkunjung ke Balai Bina Laras yang berlokasi ke Purwomartani. Pusat Rehabilitasi YAKKUM adalah salah satu lembaga di bawah naungan YAKKUM yang sudah lebih dari 38 tahun melayani dan memberikan pemberdayaan kepada Orang dengan Disabilitas beserta dengan penguatan keluarga, masyarakat dan stakeholder. Pusat Rehabilitasi Yakkum menjalankan program pendampingan bagi orang dengan disabilitas psikososial berbasis masyarakat di 3 kabupaten meliputi Sleman, Kulon Progo dan Gunung Kidul dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup Orang dengan Disabilitas Psikososial, mandiri secara sosial dan ekonomi dengan melibatkan banyak pihak dan lintas sektoral.

         

Kunjungan Pusat Rehabilitasi YAKKUM ke balai Bina Laras bertujuan untuk menguatkan pemahaman Pusat Rehabilitasi YAKKUM secara utuh tentang isu kesehatan jiwa tidak hanya langsung dalam lingkup masyarakat namun juga dalam konsep panti.

         

Kedatangan diwakilkan oleh 4 anggota dari Pusat Rehabilitasi YAKKUM yaitu Ibu Anggrek, Bapak Fadel, Ibu Dias dan Ibu Citra yang disambut oleh Bapak Hinukoro Aji S.H. selaku Kepala Balai RSBKL Dinas Sosial DIY, Ibu Suryatmiati, S.H selaku Kepala Seksi Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Bina Laras, Drs. Sutoyo selaku Koordinator Pekerja Sosial Bina Laras, serta Bapak Suprapto, BA. dan Setyo Hari Purnomo, S.Sos selaku Pekerja Sosial Bina Laras.

                       

Bersama rekan-rekan Bina Laras, perwakilan Pusat Rehabilitasi YAKKUM diantar berkeliling Balai Bina Laras untuk melihat kondisi warga binaan sosial. Mulai dari area bedrest, asrama hingga ruang pemeriksaan Bapak Hinukoro Aji S.H. bersama rekan-rekan menjelaskan aktivitas, kondisi serta mengenalkan warga binaan sosial. Selain itu, kunjungan ini mendiskusikan tentang isu kesehatan jiwa.

                     

Harapan kedepan antara Balai RSBKL khususnya Bina Laras dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM bekerja sama secara resmi dalam mengembangkan program pendampingan disabilitas jiwa. Program tersebut meliputi wacana untuk pengembangan konsep kesehatan jiwa, memungkinkan warga binaan sosial Bina Laras berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan pendekatan kesehatan jiwa secara komprehensif.


Share:

RAPAT KOORDINASI BULAN APRIL 2021 BALAI BINA LARAS BALAI RSBKL DINAS SOSIAL DIY

              


              Rapat koordinasi Balai Bina Laras Balai RSBKL Dinas Sosial DIY diadakan rutin setiap bulan, hal ini dilakukan untuk membahas evaluasi bulanan serta menjalin keakraban antar pegawai di Balai Bina Laras. Pada Sabtu, 17 April 2021 Balai Bina Laras mengadakan rapat koordinasi di ruang Aula Balai Bina Laras. Dalam rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Balai RSBKL Bapak Hinukoro Aji, S.H, Kepala Seksi Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Bina Laras Ibu Suryatmiati, S.H, Kepala Seksi Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Bina Karya Ibu Dra. Setiawati Sujono, Koordinasi Pekerja Sosial Bina Laras Bapak Drs. Sutoyo serta jajaran staff PRS, Pekerja Sosial, Perawat, Pramu Sosial, Satpam, HOK dan Cleaning Service yang ada di Balai Bina Laras.

                Dalam sambutannya Ka. Balai RSBKL, Bapak Hinukoro Aji, S.H. menegaskan kembali dalam ketertiban absensi serta pakaian sragam. Selain itu juga Ka. Balai RSBKL menyampaikan tidak henti-hentinya dalam menjaga protokol kesehatan di dalam Balai. Walaupun sudah divaksin, karyawan harus tetap menerapkan prosedur 3M yaitu mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Ka. Balai RSBKL juga mengingatkan untuk selalu cek suhu sebelum masuk ke lingkungan balai serta selalu menggunakan masker saat melakukan penanganan terhadap warga binaan sosial.

                Bapak Hinukoro Aji, S.H. juga menyinggung rencana pembangunan gedung baru di sebelah utara asrama 5. Pembangunan ini akan dilaksanakan pada tahun 2021. Dalam rencana tersebut akan ada penambahan gedung baru yang terdiri dari ruang isolasi bersama, ruang isolasi mandiri dan ruang bedrest.



                Dalam bahasan Ka. Sie PRS Bina Laras, Ibu Suryatmiyati, S.H. mengingatkan untuk selalu menjaga kekompakan dan kerjasama yang baik antara pegawai di Balai Bina Laras. Kekompakan dan kerjasama adalah salah satu kunci berjalannya suatu Balai untuk memiliki kinerja yang baik. Walaupun ada banyak kendala dikondisi seperti ini karena Covid 19, namun dengan adanya kekompakan dapat menciptakan hasil kinerja yang maksimal.

                Ibu Suryatmiyati, S.H bercerita tentang kunjungan beliau ke Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual "Kartini" di Temanggung. Beliau berharap hal positif yang ada di Balai Kartini bisa diterapkan di Balai Bina Laras. Hal-hal tersebut meliputi keterlibatan warga binaan sosial dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti mencuci, memasak, serta kegiatan cleaning service. Selama ini yang berjalan di Balai Bina Laras adalah kegiatan cleaning service dan mencuci, kedepan beliau berharap supaya kegiatan memasak dapat diikuti oleh warga binaan sosial.Ka. Sie PRS Bina Karya, Ibu Dra. Setiawati Sujono menambahkanbahwa kegiatan tersebut memiliki potensi menjadi kegiatan bisnis. Untuk aktivitas mencuci bisa diadakan bisnis loundry, memasak diadakan bisnis cafe.



                Dalam sesi diskusi, rekan-rekan Pramu Sosial memiliki inovasi pembuatan jalur kursi roda di dalam bedrest supaya lebih memudahkan akses pengantaran warga binaan sosial untuk keluar masuk ruangan seperti saat jadwal berjemur. Rekan-rekan perawat juga memiliki inovasi untuk pemberian tanda pakaian warga binaan sosial yang terjangkit penyakit kulit untuk dipisahkan serta dijemur di bawah sinar matahari langsung. Hal ini diharapkan mampu mengurangi penularan penyakit kulit  dan membunuh virus/bakteri/jamur yang masih tertinggal di pakaian warga binaan sosial. Usulan dari rekan-rekan HOK adalah pembersihan dan perapian gudang yang ada di dalam dapur agar rapi dan mudah dalam mengakses alat-alat dapur. (Seksi Bina Laras)

Share:

KARYA BAKTI TNI SATKOWIL KORAMIL 02/TEGALREJO BERSAMA PPKS GEPENG BRSBKL KERJA BAKTI MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN DI BALAI RSBKL DINAS SOSIAL DIY


BRSBKL - Dalam rangka mengembangkan peran serta masyarakat dan institusi lain peduli terhadap Pelayanan pertolongan pekerjaan sosial di Balai RSBKL Dinas Sosial DIY dalam praktiknya senantiasa melaksanakan usaha kemitraan dengan berbagai institusi pemerintah,seperti Kelurahan, Kecamatan, Koramil, Polisi Sektor serta Lembaga Perguruan tinggi dan LKS terkait lainnya. Usaha tersebut merupakan upaya membangun Kerjasama di dalam meningkatkan pengembangan kualitas layanan serta menjaring potensi sumber kemasyarakatan yang dapat dijadikan modalitas bagi pemberdayaan PPKS ke arah menumbuhkembangkan kemampuan sosial berupa adaptasi dengan norma-norma yang berlaku dimasyarakat sehingga diharapkan PPKS mendapatkan keberfungsian sosialnya. Selain itu, usaha kemitraan tersebut merupakan suatu metode menggerakkan peran serta aktif  institusi lain tersebut dan masyarakat luas turut serta memberikan kontribusi dalam program pelayanan kesejahteraa sosial secara aktif dan dinamis di BRSBKL Dinas Sosial DIY.

                      

        Salah satu kemitraan adalah dengan jajaran TNI yang diwujudkan dengan pengembangan intervensi pengembangan sikap mental kedisiplinan, Kerjasama, pengembangan sikap kekeluargaan dan bela negara melalui Bimbingan Sikap Mental yang diampu oleh petugas BABINSA dari KORAMIL 02 Tegalrejo. Selain Bimbingan dengan cara klasikal, maka untuk memperluas peran serta TNI di dalam pelayanan kesejahteraan Sosial di Balai RSBKL Dinas Sosial DIY dilaksanakan program Karya Bakti TNI di Bina Karya bekerjasama antara Koramil 02 Tegarejo, Kelurahan Tegalrejo dengan BRSBKL Dinas Sosial DIY yang dilaksanakan pada tanggal 5 April 2021 berupa kegiatan karya bakti, dimana anggota TNI KORAMIL 02 Tegal Rejo dengan ASN Kelurahan Tegal Rejo, ASN BRSBKL Dinas Sosial DIY dan seluruh PPKS BRSBKL unit Karya Dinas Sosial DIY mekalsanakan kerja bakti kebersihan lingkungan.

            Kegiatan Karya Bakti TNI SATKORWIL KORAMIL 02 Tegal Rejo dimulai pada pukul 08.00 s/d 10.00 WIB. Proses kegiatan dimulai dengan Pekerja Sosial mengambil apel Pagi di lapangan BRSBKL Dinas Sosial DIY untuk memberikan motivasi sosial kemasyarakatan agar setiap PPKS agar bersedia mengembangkan peran serta di masyarakat. Pekerja Sosial dalam apel pagi tersebut menginformasikan akan adanya program Karya Bakti TNI berupa kegiatan kerja bakti kebersihan lingkungan secara bersama-sama. Sesudah pemberian motivasi bimbingan sosial kemasyarakat dan pemberian informasi tentang kegiatan, maka acara selanjutnya adalah persiapan kerja bakti dimana Pekerja Sosial beserta unsur ASN Seksi Rehabsos dan anggota TNI dan ASN Kelurahan Tegal Rejo mempersiapkan peralatan kerja bakti dan menentukan lokasi kegiatan, yakni lokasi sekitar Mushola, Asrama PPKS dan sekitarnya. Kemudian Pekerja Sosial bersama unsur ASN Rehabsos mengumpulkan PPKS di depan Mushola. Setelah semua PPKS terkumpul, dilaksanakanlah upacara pembukaan Karya Bakti TNI. Seluruh pserta karya Bakti yang terdiri dari anggota TNI Koramil Tegal Rejo di bariskan beserta seluruh PPKS untuk melaksanakan apel karya bakti yang dipimpin oleh Komandan Koramil 02 Tegal Rejo serta kemudian dibuka oleh Lurah Tegalrejo didampingi Kepala BRSBKL Dinas Sosial DIY beserta jajaran Struktural Balai dan Pekerja Sosial. Kegiatan berlangsung secara dinamis, dimana anggota TNI, Babimkamtibmas, LINMAS, serta seluruh ASN keluarahan Tegal Rejo dan ASN BRSBKL Dinas Sosial DIY secara bersama-sama, bahu membahu membersihkan lingkungan sekitar Mushola Balai RSBKL dan sekitarnya. Tema Karya Bakti adalah Pengabdian Untuk Negeri. Nampak di dalam kegiatan tersebut PPKS  beserta anggota TNI dan seluruh ASN Kelurahan Tegal Rejo dan ASN BRSBKL Dinas Sosial DIY saling bahu membahu, bekerjasama dan tetap menjalankan prokes Kesehatan. 

            Kegiatan tersebut, secara langsung disaksikan oleh Pimpinan Balai RSBKL Dinas Sosial DIY, Lurah Tegal Rejo dan Komandan Koramil yang bersama-sama terlibat secara aktif dalam kegiatan Karya Bakti. Kegiatan tersebut diatur dengan tetap menjaga jarak dan setiap yang terlibat menerapkan standar prokes Kesehatan. Meskipun demikian, suasana guyub rukun terbina sehingga PPKS secara klangsung belajar bersosialisasi dan terdorong untuk dapat meningkatkan kemampuan bermasyarakat dengan baik. Setelah kegiatan berakhir, dilanjutkan dengan acara ramah tamah diantara semua peserta kegiatan Karya Bakti TNI. Nampak dalam kegiatan ramah tamah tersebut, PPKS dapat berkomunikasi dengan baik dengan semua anggota TNI dan ini sangat menggembirakan bahwasanya PPKS dapat terlibat secara aktif dan mampu bekerjasama di dalam kegiatan Karya Bakti TNI. Kedisiplinan ditunjukkan oleh setiap PPKS BRSBKL Dinas Sosial sehingga acara berakhir. (NRW)

Share:

PELAKSANAAN KEGIATAN PELAYANAN SOSIAL BAGI EKS DISABILITAS MENTAL SEKSI PELINDUNGAN DAN REHABILITASI SOSIAL BINA LARAS BALAI REHABILITASI SOSIAL BINA KARYA DAN LARAS DINAS SOSIAL DIY

 


     Permasalahan sosial khususnya penyandang disabilitas mental menjadi tanggung jawab Pemerintah dan Masyarakat. Untuk terciptanya kualitas kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai normatif dalam masyarakat pada penyandang disabilitas mental perlu diupayakan secara berkelanjutan dan terpadu. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah dengan adanya kegiatan rehabilitasi sosial  bagi orang eks-psikotik di dalam balai. Maka perlu diadakan Bimbingan Mental Sosial, Psikolog dan Bimbingan  Ketrampilan serta pelayanan lainnya di Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras Yogyakarta, dengan harapan supaya PPKS) dapat memiliki kemandirian dan ketrampilan sehingga dapat berfungsi sosial serta dapat diterima di masyarakat.



Adapun jenis kegiatan bimbingan mental berupa:

1.       Bimbingan Agama Islam

2.       Bimbingan Agama Kristen

3.       Senam

4.       Seni Musik

5.       Etika dan Kesehatan Lingkungan

6.       Bimbingan Kesehatan Jiwa

7.       Terapi Okupasi

8.       Bimbingan Terapi Religius

9.       Bimbingan Psikolog


                Serta jenis kegiatan bimbingan keterampilan berupa:

1.       Pertukangan Batu

2.       Pertanian

3.       Kerajinan Pembuatan Sapu

4.       Kerajinan Olahan Pangan

5.       Pijat Dasar

6.       Kerajinan Batik Jumputan


                Maksud diadakannya rehabilitasi ini selain untuk mengisi waktu luang WBS adalah melatih kemandirian penyandang disabilitas mental sehingga  mampu melaksanakan peran dan fungsi sosialnya secara wajar, memberikan perlindungan, pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas mental, serta mampu mengelola kejiwaannya sehingga tidak sering kambuh. Dengan terlaksananya kegiatan Pelayanan Sosial bagi Penyandang disabilitas mental besar harapan WBS mampu dan memiliki kemandirian setelah kembali ke keluarga dan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya.


Pelaksanaan kegiatan bimbingan mental sosial diikuti oleh warga binaan sosial penyandang disabilitas mental yang masih dapat beraktivitas, berkomunikasi dan bersosialisasi. Tidak semua warga binaan dapat mengikutinya karena masih ada WBS yang masih belum bisa berkomunikasi serta bersosialisas. Dalam memberikan bimbingan dan kesehatan warga binaan kami bekerjasama dengan Instansi terkait dan Praktisi antara lain Rumah Sakit Ghrasia, RS RSA UGM, RS Sarjito, Panti Hafara, Puskesmas Kalasan, Bapel Jamkesos dan Pengusaha serta Praktisi.


Bagi Warga Binaan Sosial di Balai Rehabilitasi Sosial Laras selama mengikuti kegiatan bimbingan juga mendapatkan hak seperti memperoleh makanan, obat-obatan, peralatan dan bahan kebersihan, serta pakaian.

Kegiatan Keterampilan PPKS Bina Laras antara lain bisa dilihat pada gambar dibawah ini:








Share:

Family Gathering PPKS Bina Laras Balai RSBKL Dinas Sosial DIY

Sabtu, 20 Maret 2021 Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (Bina Laras) Dinas Sosial Daerah Isimewa Yogyakarta mengadakan Family Gathering. Kegiatan yang diadakan bertujuan membentuk dan menciptakan kebersamaan diantara keluaraga warga binaan sosial dengan Bina Laras. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Balai BRSBKL, Kepala Seksi PRS Bina Laras, Koordinator Pekerja Sosial, Perawat, Pramu Sosial di lingkungan Bina Laras serta tamu undangan dari perwakilan keluarga Warna Binaan Sosial Bina Laras. Turut serta juga Aparatur Desa Bumirejo, Lendah, Kulon Progo dan dari LK3 Sembada Sleman.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Quran dari PPKS atas nama Alex Kurniawan dan Heri Kurniawan. Kegiatan dilanjutkan sambutan selamat datang dari kepala BRSBKL sekaligus membuka kegiatan. Pesan dari Kepala Balai untuk merawat warga binaan dengan Hati. Lanjutan kegiatan adalah pemaparan materi kegiatan di Bina Laras oleh Kepala Seksi PRS Bina Laras. Fasilitas untuk PPKS meliputi sandang, pangan, dan papan. Kegiatan yang dilakukan PPKS selama didalam balai, seperti ketrampilan, terapi function, Bimbingan mental, bimbingan Psikolog. dalam meningkatakn kebersihan diri PPKS bina laras juga menggiatkan jadwal kebersihan diri meliputi : gosok gigi bersama, potong kuku bersama dan potong rambut bersama. Kegiatan Family Gathering juga mengundang LK3 Sembada Sleman dan Aparatur Desa Bumirejo, Lendah Kulon Progo sebagai testimoni wali dari warga binaan sosial yang sudah keluar dari Bina Laras. Mereka sangat mengapresiasi kegiatan dan bimbingan yang dilaksanakan di Bina Laras.
Sebelum penutupan acara dilakukan sesi berbagi pengalaman antara keluarga warga binaan dengan Pekerja Sosial Bina Laras. Beberapa Keluarga masih menyatakan kegelisahan dan ketakutan apabila PPKS akan dipulangkan kerumah. Pekerja Sosial memberikan motivasi dan masukan agar keluarga bisa menerima dan mendampingi PPKS saat sudah dipulangkan.
Share:

INOVASI BED REST WARGA BINAAN KURANGI MENINGGAL DUNIA (BERBIKU MEDUN) UPAYA PERMUDAH PEMULIHAN DISFUNGSI SOSIAL

 INOVASI BED REST WARGA BINAAN KURANGI MENINGGAL DUNIA (BERBIKU MEDUN)  




Yogyakarta,- Balai RSBKL sesuai tugas dan fungsinya telah memberikan pelayanan dan Rehabilitasi sosial  sebagai upaya untuk memulihkan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi sosial agar dapat melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar, memulihkan kembali integritas diri, percaya diri, disiplin, kesadaran dan tanggungjawab terhadap masa depan dirinya.

Selain itu Balai RSBKL memberikan pelayanan kepada PPKS Gelandangan dan Pengemis, juga  PPKS eks psikotik atau yang lebih sering disebut dengan ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa). Sebagian besar ODGJ yang menjadi PPKS Balai RSBKL adalah Orang dengan Skizofrenia (ODS), meskipun terdapat juga beberapa kondisi ganguan jiwa lainnya. Sebagian besar PPKS eks psikotik Balai RSBKL adalah ODS. Meskipun begitu, banyak juga PPKS dengan retardasi mental, gangguan mental organik, epilepsi, dan gangguan skizoafektif. Ada pula beberapa PPKS yang mengalami dua kondisi gangguan jiwa sekaligus. Yang perlu menjadi perhatian, sampai dengan akhir tahun 2020 dari jumlah warga binaan sosial bina laras yang mencapai 250 orang, terdapat 4% PPKS non-psikotik. PPKS ini adalah PPKS eks Panti Karya yang kemudian setelah digabung dengan Balai RSBKL ditempatkan di Unit Laras karena membutuhkan bantuan dalam aktivitas hidup sehari-harinya. dan  sebagian PPKS dalam kondisi bed rest yang perlu mendapatkan penanganan khususdimana pada tahun 2017-2019 PPKS eks psikotik meninggal dunia diatas 20 orang per tahun.Dengan latar belakang hal tersebut  maka munculah Inovasi Bed Rest Warga Binaan Kurangi Meninggal Dunia (BERBIKU MEDUN)  ini yang merupakan gagasan langsung dari hasil evaluasi pekerja sosial BRSBKL dan Kepala Balai agar pelayanan kepada PPKS tersebut bisa efektif.

Inovasi bed rest ini merupakan pengembangan dari model layanan rehabilitasi sosial yang pada awalnya hanya dilaksanakan satu tahun. Artinya, para eks psikotik secara tidak langsung dipaksa untuk resosialisasi atau kembali ke masyarakat atau keluarga padahal mereka belum mampu untuk mandiri dan berfungsi sosial. Program bed restdi Balai  RSBKL khususnya di Bina Laras memisahkan PPKS yang sudah mampu melaksanakan ADL (Activity Daily Living) dan masih perlu penanganan medis. PPKS dengan kategoti berat atau kambuh ditempatkan pada ruang tersendiri dengan mengurangi aktivitas fisik berat dan memperbanyak istirahat.



Inovasi ini mempunyai program memisah sesuai kategori PPKS dan dibuatkan ruang bedrest untuk penanganan khusus untuk mengurangi kecenderungan PPKS meninggal duniaserta. sebagai upaya untuk mempercepat pemulihan dan mengembangkan kemampuan seseorang yang mengalami disfungsi social.

Tujuan Inovasi ini adalah memberikan pelayanan dan penanganan terhadap para PPKS eks psikotik dalam kondisi kategoti berat yang  belum mampu melaksanakan ADL (Activity Daily Living) dan masih perlu penanganan medissecara khusus. Tujuan Inovasi ini selaras dengan kategori Pemberdayaan Masyarakat dan  diharapkanWarga Binaan dalam kondisi bed rest dipisahkan dari  Warga Binaan yang lain dengan ditempatkan  di ruang khusus  agar para petugas pramu sosial,  perawat, dan petugas kebersihan dapat  lebih fokus dalam pelayanan kepada PPKS tersebut, sehingga prosentase setiap tahun PPKS yang meninggal dunia dapat berkurang dengan kualitas pelayanan, penanganan dan pengembalian kesehatan diri dan jiwa warga binaan sosial yang cepat serta terfokus dapat terwujud.

Arti penting dari inovasi ini adalah membantu pemerintah dalam hal penanganan eks psikotik, yang selama ini tidak tertangani secara baik dan keluarga tidak mau menerima. Dengan inovasi  ini diharapkan Warga Binaan setelah selesai masa rehabilitasi dapat menjadi bagian dari masyarakat sekitar dapat diterima pihak keluarga dengan bersama sama melakukan pemantauan serta tidak menelantarkan.

Inovasi ini juga berperan penting dalam mengatasi kelemahan pelayanan public dalam  hal rehabilitasi sosial terhadap eks psikotik apabila inovasi berjalan dengan efektif dapat mengurangi kecenderungan meninggal dunia pada eks psikotik.

Sumber daya yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu berupa keuangan, sarana dan prasarana yang bersumber dari APBD yang digunakan untuk menunjang kegiatan ini. Selain itu, sumber daya manusia yang digunakan dalam pelaksanaan inovasi ini berupa petugas pekerja sosial, petugas medis, dan pramu sosial yang membantu dalam mendampingi PPKS. Untuk mengoptimalisasi kegiatan inovasi tersebut maka diperlukannya mobilisasi dari sumber daya internal dan eksternal di antaranya yaitu dengan melakukan rapat rutin dan Case Conference (CC), serta turun langsung dalam pengembangan inovasi ini khususnya dalam program-program yang telah dibuat. Sumber daya yang digunakan dalam inovasi ini baik internal maupun eksternal hingga saat ini masih tersedia dan mampu untuk menjalankan inovasi ini.

1.    Kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu :

a.    Memberikan kebutuhan pakaian, makan, dan peralatan kebersihan yang dilaksanakan rutin sesuai jadwal;

b.    Memberikan obat dan vitamin serta perawatan luka yang dilaksanakan rutin setiap hari oleh petugas medis;

c.     Melaksanakan berjemur setiap hari dengan pendampingan oleh petugas medis dan pramu sosial;

d.    Melaksanakan potong kuku dan sikat gigi bersama sesuai jadwal dengan pendampingan oleh petugas medis dan pramu sosial;

e.    Memberikan Teraphi Musik (Art Therapy) yang diperdengarkan setiap hari melalui speaker paralel di semua ruang asrama untuk membantu proses penyembuhan, meningkatkan kemampuan fisik, psikologis, kognitif, dan emosional;

f.      Melaksanakan perawatan kebersihan ruang dan lingkungan asrama setiap 2 jam sekali oleh petugas kebersihan khusus untuk ruang Bed rest dan penyemprotan desinfektan, penyemprotan kutu dan kuman,  yang dilaksankan rutin seminggu sekali sesuai jadwal ;

2.    Inovasi dari Program Bed Rest untuk PPKS bina laras merupakan salah satu program yang diberikan kepada PPKS yang memiliki kategori berat dan tidak mampu melaksanakan ADL. PPKS yang masuk ruang bed rest akan tetap mendapatkan layanan balai dengan pemantauan khusus seperti dipantau media cctv, jika dilihat dari segi sosial PPKS yang masuk dalam bed restmaka mendapatkan pelayanan optimal, ditinjau dari segi kesehatan, PPKS yang sudah pada program bed rest tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberlanjutan dari inovasi ini tetap terus dilaksanakan dengan evaluasi-evaluasi yang diberikan oleh balai sehingga inovasi ini dapat berjalan dengan efektif dan optimal hal tersebut dapat dibuktikan dari PPKS pada tahun 2020 mengalami penurunan dalam hal kecenderungan meninggal dunia.

Inovasi ini dapat diterapkan dan di adaptasi oleh instansi  lain sangatlah mungkin, terutama untuk instansi di lingkungan Dinas Sosial di daerah lainnya yang mengurusi permasalahan yang sama. Proses yang sama bisa diterapkan di daerah lain bahkan bisa dikembangkan lebih lanjut, sehingga program tersebut menjadi lebih optimal, seperti kolaborasi dengan dinas terkait lainnya

Inovasi ini telah dievaluasi, dampak dari evaluasi inovasi ini antara lain:

a.    Target/ kelompok sasaran

Pada kelompok sasaran evaluasi ini berdampak pada efektifitas pengguna layanan balai yaitu PPKS Eks Psikotik dapat dipantau secara optimal. PPKS juga memiliki perubahan karena penanganan langsung dekat dengan ruangan petugas kesehatan, selain itu PPKS juga terpisah dengan PPKS Eks Psikotik lain yang memiliki kategori ringan.

b.    Kelompok masyarakat di luar kelompok sasaran

Bagi kelompok masyarakat diluar kelomppok sasaran memiliki dampak yaitu masyarakat dan keluarga dapat merasakan manfaat dari program inovasi ini dimana keluarga dapat merasakan penanganan optimal terhadap keluarganya yang menjadi PPKS Eks Psikotik di Balai RSBKL unit Bina Laras.

c.     Aspek tata pemerintahan

Bagi aspek tata pemerintahan tentu dengan adanya evaluasi ini dapat memberikan efektifitas, akuntabilitas, dan profitabilitas dari kegiatan evaluasi inovasi ini, dimana dari segi efektifitas anggaran dapat lebih efisien dan kolaborasi antara satuan unit dapat dipererat dan dapat menjadi langkah yang baik untuk pengembangan inovasi.

d.    Indikator yang digunakan dalam evaluasi

Indikator dalam evaluasi ini antara lain ketidakmampuan PPKS dalam menjalankan ADLnyaPetugas dalam penanganan kesehatan PPKS di Ruang Bed rest, Lokasi atau Sarana Pendukung dan Kebutuhan sarpras

e.    Gambaran hasil evaluasi

Gambaran dari evaluasi ini yaitu penurunan jumlah kecenderungan PPKS Bina Laras yang meninggal dunia karena tertangani dengan optimal melalui program ini. Memilahkan PPKS sesuai kategori dan memisahkan sesuai jenis kelamin.

Keberhasilan penurunan tingkat kematian dari tahun ke tahun yaitu Tahun 2018 jumlah PPKS yang meninggal sejumlah 33 orang, Tahun 2019 berjumlah 15 orang dan tahun 2020 berjumlah 6 orang.



 

Banyak pembelajaran terutama dalam merubah penanganan PPKS Eks Psikotik untuk mengurangi kecenderungan meninggal dunia. Sehingga perlu perhatian khusus terhadap PPKS yang masuk kategori bed rest, walau balai RSBKL bukan instansi kesehatan, namun berupaya menggabungkan pelayanan rehabilitasi sosial dan medis. Oleh karena itu perlu diberikan selalu motivasi, ketrampilan dan melakukan evaluasi secara berkesinambungan baik terhadap petugas dan pegawai yang bekerja di Balai RSBKL unit Bina Laras agar mampu memberikan pelayanan optimal bagi PPKS Eks Piskotik dengan kategori berat ini.





Share:

Bersih Lingkungan Akhir Pekan di Bina Laras BRSBKL Dinas Sosial DIY


 

Bertempat di Bina Laras Balai Rehabilitasi Sosial Bina Karya dan Laras (BRSBKL) Dinas Sosial DIY Purwomartani Kalasan Sleman, diadakan bersih-bersih lingkungan dalam rangka menjaga lingkungan Balai agar selalu dalam keadaan bersih teratur dan rapi serta mencegah penularan penyakit di Balai RSBKL khususnya di Bina Laras.

Tujuan diadakannya kegiatan Bersih Lingkungan Akhir Pekan adalah untuk menjaga agar lingkungan Balai selalu dalam keadaan bersih teratur rapi untuk mencegah terjadinya penularan penyakit sehingga seluruh penghuni Balai selalu dalam keadaan sehat terutama disaat pandemi Covid-19, dilaksanakan rutin setiap hari Sabtu.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai, karyawan, dan Warga BinaanSosial Bina Laras. Kegiatan Bersih Lingkungan Akhir Pekan dilaksanakan rutin setiap hari Sabtu setelah senam bersama. Kegiatan ini dilaksanakan oleh seluruh pegawai, Karyawan dan Warga Binaan Sosial.

Kegiatan yang dilakukan diantaranya Penyemprotan Desinfektan di seluruh ruangan kantor, wisma dan halaman lingkungan balai, Penyemprotan kutu di seluruh ruangan asrama serta Penjemuran peralatan tidur klien.

 

Share:

Categories

Ordered List

  1. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  2. Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  3. Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Definition List

Definition list
Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Lorem ipsum dolor sit amet
Consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Pages